Kamis, 06 Desember 2012

Masuk Arena kehidupan

Berjalannya sebuah pergerakan didasari atas sebuah pengakuan atas pergerakan yang kita alami, berbicara tentang pergerakan apa pun di dunia semua mengingkan gerakan baik secara benda material maupun non material. dari defenisi inilah muncul kata sebuah penglihatan tata nilai dan pemaknaan baik secara penglihatan mata kepala maupun dengan mata hati.

Berbicara mengenai mana yang dominan untuk melihat dari sisi kehidupan dalam menetralisir sebuah pemaknaan yang hakiki harus selalu berdasarkan pada konsep seperti apa yang akan anda pakai dalam melihat sebuah sisi positif dalam mengedepankan faktor kesanggupan kita untuk mengakui seberapa besar keinginan kita dalam menindak lanjuti progresif nilai manusia sebenarnya. karena dari sisi manusia ada beberapa karakter yang perlu kita pahami sebelum bergelut dan memasuku sebuah arena pertarunagan dari sebuah konsep dasar kehidupan di muka bumi ini.

Salah satunya menurut hemat saya adalah dalam konsep dinamika sosial kemasyrakatan salah satu pokok penunjang langkah dasar yakni lingkup keluarga. Keluarga ialah sebuah organisasi terkecil dalam lingkup masyarakat. Keluarga juga terdiri dari pasangan suami isteri yang telah berkawin. Kebanyakan pasangan ini mempunyai anak. secara garis besar keluarga hanya terdiri daripada ibu, bapak dan anak sahaja.

dari langkah proses penerapan untuk keluar dalam garis zona yang sangat memprihatinkan adalah ketika pola pengajaran sebuah kepala dan wakil keluarga yang mendidik anak-anak dan seluruh keluarga dalam menunjang segi dan prilaku dalalam memahami realita kehidupan baik secara horisontal maupun secara vertikal. sehingga garis-garis itu dapat sesuai dengan pola dan sainiritas kehidupan dalam menunjang citra dan keluarga dimata masyarakat sekitar.

Dari dasar diatas apapun persoalan yang akan dihadapi di keluarga untuk keluar dalam dunia masyrakat jika kerangka dan konsep pendidikan dan pembinaan dari keluarga yang baik akan melahirkan keluarga yang baik dan memegang sebuah prinsip amanah kepada sang pencipta dan sang ayah dan ibu kepada anak-anakanya sehingga lahirnya konsep kelaurga yang memegang konsep itu bisa melihat dan mengembangkan potensi mereka kedalam kehidupan yang nyata.

Hingga pada akhirnya lahirlah sebuah kata kelaurga yang dinamis dan sejahtera baik mental dan fisik mampu bertarung di dalam gelutan bidang sosial masyrakat untuk bersaing dalam menuju titik kesuksesaan lahir bathin dunia dan akhirat.

<a style="color: #ff0000; font-size: 12px; text-decoration: blink;"> SALAM PERJUANGAN </a>


3 komentar: